BEKASI — RADAR NUSANTARA.COM Perjalanan hidup seorang tokoh pemuda asal Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Randi Panji M.H., membuktikan bahwa kegagalan politik bukanlah akhir dari pengabdian.
Mantan calon legislatif DPRD Kabupaten Sukabumi Dapil 3 tahun 2024 ini memilih hijrah ke Kota Bekasi dan tetap konsisten mendedikasikan dirinya melalui jalur sosial, organisasi, hingga merintis inovasi ekonomi sirkular.
Walaupun kini menetap di Kota Bekasi, Bung Randi—sapaan akrabnya—tetap aktif menjaga komunikasi politik dengan berbagai elemen di Sukabumi. Ia juga masih memegang kepemimpinan sebagai Ketua Organisasi Generasi Muda FKPPI Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, serta terus memantau dinamika sosial kemasyarakatan di tanah kelahirannya.
Rintis Bisnis Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
Di tempat domisili barunya di Kota Bekasi, Bung Randi bersama rekannya, Redho Octaviano, tengah menggagas konsep bisnis pengolahan limbah tidak berbahaya (sampah rumahan).
Inovasi ini dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berpotensi mendongkrak kesejahteraan warga secara aktif.
“Saya dan teman saya mau menjalani bisnis pengelolaan limbah sampah rumahan. Mungkin dalam waktu dekat saya akan segera membuat PT dan mengurus izinnya terlebih dahulu.
Setelah itu, kami akan ber-MoU dengan beberapa RW yang ada, khususnya zona pilot project kami di salah satu kelurahan di Kota Bekasi,” ujar Bung Randi.
Ia menambahkan, setelah kesepakatan MoU dengan pihak RW setempat rampung dan pengelolaan sampah diserahkan kepada timnya, langkah selanjutnya adalah melaporkan progres tersebut kepada investor yang siap bekerja sama.
Estimasi kebutuhan anggaran dari tahap awal hingga pendirian pabrik diperkirakan berkisar antara Rp18 hingga Rp20 miliar. Dokumen pendukung seperti PPT dan resume pun disebut telah lengkap disusun beserta cash flow-nya.
Berorientasi pada Lingkungan dan Digitalisasi
Melalui gagasan ini, ekosistem ekonomi sirkular dari limbah rumah tangga tidak hanya bertujuan menciptakan tatanan lingkungan yang lebih bersih dan terkelola secara sistematis.
Lebih dari itu, mereka berencana menerapkan sistem digital dalam tata kelolanya.
Dengan sistem digital tersebut, masyarakat nantinya dapat memantau secara langsung sekaligus berperan aktif dalam meningkatkan nilai ekonomi sirkular di lingkungan sekitar.
Red












