SUKABUMI – RADAR NUSANTARA.COM Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebudayaan lokal sebagai benteng pertahanan moral di era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri prosesi adat Seren Taun di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan dokumentasi pada file 1000476636.jpg, legislator Jabar ini tampil berwibawa mengenakan pakaian adat Sunda berwarna hitam lengkap dengan totopong (ikat kepala) saat berbicara di podium. Kehadirannya di tengah warga Pulosari mempertegas komitmennya dalam mengawal pelestarian nilai-nilai Nusantara.
Melalui narasi mendalam yang dibagikan via akun Instagram pribadinya, @hasimadnan2029, sebagaimana bersumber dari file 1000476635.jpg, Hasim membedah esensi di balik ritual tahunan tersebut. Ia menilai Seren Taun bukan sekadar pesta rakyat, melainkan sebuah refleksi kehidupan yang sangat kaya akan makna.
“Dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Seren Taun, generasi masa kini dapat belajar tentang pentingnya rasa syukur, pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap leluhur, dan pembangunan masyarakat yang berlandaskan kebersamaan,” tulis Hasim dalam unggahan di akun @hasimadnan2029.
Politisi PKB ini juga menambahkan bahwa warisan peradaban seperti ini memiliki dimensi universal yang mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan hidup. Keseimbangan yang dimaksud meliputi hubungan vertikal dengan Tuhan, hubungan horizontal dengan sesama manusia, hingga menjaga keharmonisan dengan alam semesta.
Isu ekologis pun tak luput dari sorotannya. Di akun @hasimadnan2029, ia menyisipkan filosofi Sunda kuno yang menjadi tamparan keras bagi maraknya perusakan alam hari ini:
“Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak, cai teu meunang dikotorkeun, jeung adat teu meunang dipohokeun.” Artinya, gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak, air tidak boleh dikotori, dan adat tidak boleh dilupakan.
Lewat momentum Seren Taun di Desa Pulosari ini, Hasim Adnan berharap kearifan lokal Sunda bisa terus ditransfer ke generasi-generasi berikutnya. Menurutnya, daerah boleh saja berkembang dan maju secara teknologi, namun masyarakatnya harus tetap memegang teguh jati diri serta akar budayanya agar tidak terseret arus zaman.
Redaktur: Fauzan Latif Adam












