Pemuda Cikakak Ambil Sikap Kritis: Kawal Pembangunan Geotermal Cisolok-Cikakak Demi Ruang Hidup Masyarakat

Oplus_0

SUKABUMI — RADAR NUSANTARA.COM Proyek pengembangan energi panas bumi (geotermal) Daya Mas Cisolok di wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi sorotan seiring langkah strategis transisi energi nasional.

Di balik narasi besar investasi dan energi bersih tersebut, kelompok pemuda setempat menegaskan pentingnya pengawalan ketat terhadap realitas sosial dan lingkungan lokal.

Bung Ramadiansyah, Ketua Terpilih PK KNPI Kecamatan Cikakak, menegaskan bahwa kehadiran pemuda bukan untuk menghambat kemajuan daerah.

“Pemuda tidak hadir untuk menolak kemajuan, tetapi hadir untuk memastikan bahwa kemajuan tidak mengorbankan masa depan dan ruang hidup masyarakat lokal,” ujar Bung Ramadiansyah.

Sebagai respons atas dinamika pembangunan ini, pemuda di Cikakak dan sekitarnya mengambil posisi krusial sebagai mitra kritis sekaligus benteng pertahanan sosial-lingkungan melalui Tiga Pilar Peran Kritis Pemuda:

1. Social Control: Mengawal Transparansi dan AMDAL

Sikap kritis pemuda didasari oleh tanggung jawab moral terhadap kelestarian lingkungan.

Peran penyeimbang ini diwujudkan dengan terus menuntut transparansi informasi terkait:

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pengelolaan risiko geologi dan potensi dampaknya terhadap sumber air bersih warga.Mitigasi kebisingan serta risiko penurunan kualitas tanah di sekitar area tapak proyek.

2. Menjaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi Lokal

Kecamatan Cikakak dikenal dengan karakteristik wilayah yang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata ekologis. Pemuda secara aktif menyuarakan agar proyek geotermal ini tidak mendegradasi mata pencaharian tradisional warga.

Mereka mendorong terwujudnya win-win solution, di mana kehadiran proyek wajib memberikan dampak nyata berupa pemberdayaan ekonomi lokal, prioritas penyerapan tenaga kerja daerah, serta alokasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang tepat sasaran.

3. Menjadi Jembatan Komunikasi yang Edukatif

Pemuda juga mengambil peran strategis sebagai penyambung lidah yang efektif antara pihak pengembang, pemerintah, dan masyarakat awam.

Melalui literasi dan edukasi, pemuda berupaya untuk:

Mencegah disinformasi dan rumor yang dapat meresahkan warga.

Memastikan aspirasi serta kekhawatiran masyarakat terdengar langsung hingga ke meja pengambil keputusan.

Mendorong terciptanya dialog yang berpijak pada data dan fakta ilmiah, bukan sekadar asumsi.

Komitmen Pengawasan Berkelanjutan

Pengawasan yang dilakukan oleh elemen pemuda ini ditegaskan bukan sebagai upaya menghambat pembangunan.

Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian tertinggi agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai koridor hukum, etika lingkungan, dan prinsip keadilan sosial.

Ke depan, Pemuda Cikakak berkomitmen untuk terus mengawal setiap fase proyek geotermal Dayamas Cisolok—mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, hingga memantau dampak jangka panjangnya demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Penulis : Fauzan Latif AdM